Archive for the ‘Product’ Category:

VeMMA dan Zat Anti Oksidan

Written on January 19th, 2010 by rejeki2 shouts

Salah satu khasiat dari konsumsi VeMMA adalah pada kandungan zat antioksidannya yang sangat tinggi. Apa sih zat antioksidan itu ? Zat  anti oksidan adalah substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan jenis oksigen yang memiliki tingkat reaktif yang tinggi dan secara alami ada didalam tubuh sebagai hasil dari reaksi biokimia di dalam tubuh.

Radikal bebas juga terdapat di lingkungan sekitar kita yang berasal dari polusi udara, asap tembakau, penguapan alkohol yang berlebihan, bahan pengawet dan pupuk, sinar Ultra Violet, X-rays, dan ozon. Radikal bebas dapat merusak sel tubuh apabila tubuh kekurangan zat anti oksidan atau saat tubuh kelebihan radikal bebas. Hal ini dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker, penyakit hati, arthritis, katarak, dan penyakit degeneratif lainnya, bahkan juga mempercepat proses penuaan.

Radikal bebas dapat merusak membran sel serta merusak dan merubah DNA. Merubah zat kimia dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terkena kanker serta merusak dan menonaktifkan protein.

Siapa pun pasti ingin memiliki umur panjang plus kesehatan yangselalu prima. Berbagai usaha pun dilakukan sejak muda untuk mencapai hal ini. Sayangnya, banyak juga yang baru menyadari ketika mereka telah atau sedang mengalami proses penuaan (aging), saat perubahan-perubahan baik fisik maupun psikis sedang berlangsung.

Untuk mengurangi risiko menderita berbagai penyakit di usia tua atau menjadi tua dengan kesehatan prima (healthy aging), para ilmuwan telah mengemukakan berbagai teori. Namun yang paling popular saat ini adalah teori radikal bebas, yaitu proses penuaan sebagai akibat kerusakan yang ditimbulkan radikal bebas.

Radikal bebas sendiri merupakan zat berbahaya yang sangat reaktif dan bersifat merusak jaringan organ-organ tubuh hingga menimbulkan berbagai penyakit di usia tuba. Untuk menetralisir radikal bebas ini, tubuh kita memerlukan antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan meredam dampak negatifnya. Dengan antioksidan, kerusakan organ tubuh dan risiko terserang berbagai penyakit di usia tua dapat dicegah. Zat antioksidan dapat disediakan oleh tubuh kita, dan ada pula yang harus diperoleh dari luar tubuh berupa makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Diantaranya adalah: karotenoid, vitamin C, vitamin E, beberapa mineral seperti Zinc, Selenium, Mangan, Cuprum dsb. Namun hasil kerja antioksidan yang optimal diperoleh lewat kerjasama antara unsur-unsur antioksidan tersebut.

Berbagai sumber nutrisi yang mengandung anti-oksidan diantaranya adalah semua biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, hati, tiram, unggas, kerang, ikan, susu dan daging. Vitamin E alami dapat ditemukan pada wheat germ (gandum), minyak sayur, sayuran berdaun hijau, kuning telur dan kacang-kacangan. Sedangkan vitamin C alami dapat ditemukan pada buah sitrus, tomat, melon, kubis, jambu biji, strawberry, dsb. Selain itu beta karoten (pro-vitamin A) yang merupakan antioksidan penting dari karotenoid banyak dijumpai pada buah apricot, wortel, belewah, bit, daun singkong, daun bayam dan ubi merah. Sumber antioksidan terbaik, tentunya yang berasal dari makanan alami. Namun, jika memperoleh antioksidan dari sumber makanan alami sangat terbatas, untuk proses pencegahan tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi suplemen/makanan tambahan.

Zat Anti Oksidan Pada Buah-Buahan

Berbeda dari makanan pokok seperti nasi, mi, roti, ubi, atau singkong, kandungan karbohidrat dalam buah sudah siap pakai. Dalam makanan pokok, kandungan karbohidrat kompleksnya masih harus dipecah dulu menjadi karbohidrat sederhana agar bisa digunakan tubuh sabagai sumber tenaga.

Sebaliknya, karbohidrat dalam buah sedah tersedia sebagai karbohidrat sederhana, berupa gula buah fruktosa dan glukosa, yang bisa langsung dimanfaatkan tubuh. Karena itu, buah-buahan lebih cepat memasok energi dibanding makanan pokok. Manfaat lain, buah banyak mengandung air, sehingga dapat menyumbang sebagian kecukupan air bagi tubuh. Karena dimakan mentah, buah memasok lebih banyak zat antioksidan, karena kandungannya masih utuh. kandungan antioksidan dominan yang terdapat dalam buah secara umum berbeda menurut warna buah. Untuk mendapatkan khasiat lengkap buah-buahan, konsumsi buah sebaiknya diatur kombinasi warnanya.

  • Merah. Semangka, stroberi, tomat adalah contoh buah berwarna merah, umumnya kaya antosianin dan likopen. Antosianin mencegah infeksi dan kanker kandung kemih. Khasiat utama likopen menghambat kemunduran fungsi fisik dan mental, antara lain membuat kita tidak mudah pikun. Likopen juga mencegah kanker pankreas, mulut rahim, dan saluran cerna (ronggaa mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur).

  • Jingga. Buah yang daging buahnya berwarna jingga, seperti mangga, pepaya, jeruk keprok, jeruk bali, melon jingga Honey Dew, sarat betakaroten. Fungsi betakaroten yang paling dikenal adalah menghambat proses penuaan sel, sekaligus meremajakan kembali sel-sel yang terlanjur menua. Makan banyak buah warna jingga dapat mempercepat pemulihan kerut.Sebagian betakaroten yang berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh akan memacu sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesuburan pria. Buah kaya betakaroten menjauhkan kita dari risiko stroke dan jantung koroner, dengan cara mencegah menumpuknya kerak lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga tidak terjadi penyumbatan (aterosklerosis).

  • Kuning. Buah warna kuning, seperti belimbing, nanas, blewah, pisang, markisa, umumnya kaya kalium. Membantun menurunkan tekanan darah tinggi. kesimpulan beberapa penelitian menyebutakn makanan kaya kalium bermanfaat mencegah stroke dan serangan jantung koroner. Pda pengidap hipertensi, risiko stroke berkurang 40 persen jika rajin makan buah warna kuning. Nanas mengandung enzim bromelin. Minum jus nanas membantu mempercepat menyembuhan radang, gangguan pencernaan seperti diare dan mengencerkan darah ? sehingga tidak terjadi menyumbatan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke.

  • Hijau. Sebagian besar buah-buahan warna hijau, seperti alpukat, melon, apel hijau Granny Smith, anggur hijau, kaya asam elagat yang berkhasiat menggempur bibit sel kanker jenis apapun. Lemak dalam alpukat termasuk jenis lemak tak jenuh tunggal, berkhasiat menurunkan kadar kolesterol darah, baik bagi kesehatan jantung dan mencegah impotensi. Buah warna hijaumembantu menormalkan tekanan darah, karena serat kaliumnya.

  • Putih. Duku, leci, lengkeng, rambutan, sirsak merupakan contoh buah yang daging buahnya berwarna putih. Berbeda dari buah-buahan berwarna, buah yang meliki daging buah putih kurang kaya senyawa antioksidan. namun banyak mengandung serat, sementara rambuatan kaya vitamin C.

Untuk mengukur kandungan zat anti oksidan yang dikandung oleh sebuah makanan / suplemen maka digunakan besaran ORAC, (Oxygen Radical Absorbance Capacity). Berbagai penelitian independen menunjukkan bahwa kandungan ORAC pada Vemma adalah yang tertinggi.

File Perbandingan ORAC pada VeMMA

Dari berbagai sumber : Blog Indokul, Blog Desti Utami, Blog Julhas Ratman

Powered by Qumana

Full Story » Filed under Product Tags:

Khasiat Buah Manggis

Written on December 29th, 2009 by rejeki6 shouts

khasiat-manggis-2ALTERNATIF lain mendapatkan antioksidan guna mencegah perusakan sel yang disebabkan radikal bebas adalah buah manggis. Buah eksotis yang sering dijuluki queen of fruit ini ternyata memiliki banyak kandungan antioksidan pada kulit dan buahnya.

Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Sri Lanka, Malagasi, Karibia, Hawaii, dan Australia Utara.

Pusat penanaman pohon manggis atau Garnicia mangostana adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat (Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur dan Sulawesi Utara.

Dalam pengobatan tradisional di Asia Tenggara, buah manggis dan kulitnya telah digunakan selama beberapa abad. Sementara itu, secara ilmiah dibuktikan pada tikus percobaan yang mengonsumsi jus manggis setara dengan tiga liter jika pada manusia, tidak mengalami kerusakan jaringan apa pun.

Dari hasil suatu penelitian, buah asli Asia Tenggara ini dapat menghasilkan xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.

Penelitian xanthone telah dimulai sejak tahun 1970 dan hingga kini telah ditemukan lebih dari 40 jenis xanthone, di antaranya adalah alpha-mangostin dan gamma mangostin yang dipercaya memiliki kemampuan mencegah berbagai penyakit. Kedua jenis xanthone tersebut dapat membantu menghentikan inflamasi (radang) dengan cara menghambat produksi enzim COX-2 yang menyebabkan inflamasi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa gamma-mangostin mempunyai efek anti radang lebih baik daripada obat antiinflamasi lain yang dijual di pasaran. Xanthone jenis ini dapat menghindarkan berbagai penyakit yang disebabkan peradangan, seperti artritis dan alzheimer (merupakan salah satu penyakit disfungsi otak).

Xanthone juga bermanfaat mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor. Kemampuan antioksidannya bahkan melebihi vitamin C dan E yang selama ini dikenal sebagai antioksidan yang paling efektif. Kandungan alpha-mangostin dan gamma-maostin pada buah manggis juga bersifat sebagai antibakteri. Alpha-magodtin juga diketahui mempunyai efektivitas yang sama baiknya dengan antibiotika yang berada di pasaran seperti amphicillin dan minocycline.

Manggis merupakan komoditas buah yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan karena memiliki antioksidan yang menangkap radikal bebas dan mencegah keruakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Tidak cuma daging buah manggis yang kaya vitamin C-66 mg, tetapi juga kulit yang multi khasiat yaitu antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner, HIV, dan sebagainya.

Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apotosis penghancur sel kanker. Xanthone mampu merawat beberapa jenis penyakit kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru dan sebagainya. Xanthone dalam kulit manggis juga ampuh mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC), asma, leukimia, antiinflamasi, dan antidiare.

Penelitian terbaru menemukan satu dari empat rakyat Amerika Serikat mengidap kanker dan 1 dari 5 orang akan meninggal pada usia dini. Solusi terbaik dari masalah ini adalah pencegahan. Konsumsi manggis secara rutin membuat awet muda karena antioksidan super yang berfungsi menjaga serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan menjadi lebih baik. Manggis membantu menghancurkan semua penyakit dalam tubuh dan memperbaiki sistem antibodi dalam tubuh.

Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar, sebagai buah kaleng, dibuat sirop/sari buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan, wasir dan luka. Kini sudah banyak perusahaan yang berminat mengolah manggis, sehingga secara praktis bisa dikonsumsi masyarakat.

Bahan : Lampung Post

Artikel Lain : Blog Nurcahyani RetnoBlog Tanpapena, Blog Badsector, Blog Elitha-Eri

Powered by Qumana

Full Story » Filed under Product Tags:
Older Posts »